Monitoring dan Evaluasi Kebijakan
Monitoring dan Evaluasi Kebijakan
Apa yang dimaksud monotoring dan evaluasi?
A. Monotoring Kebijakan
Monotoring merupakan upaya supervisi dan review kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis oleh pengola program untuk melihat apakah pelaksanaan program sudah sesuai dengan yang direncanakan. Monotoring juga sering disebut evaluasi proses.
Tujuan monotoring
- Bagaimana mengatasi strategi kebijakan yang tidak berfungsi
- Mekanisme program kebijakan mana yang sesuai
- Apakah program kebijakan sudah berjalan sesuai rencana
- Apakah ada masalah baru dalam pelaksanaanya
- Logistik yang diperlukan dalam pelaksanaan program
- Hasil antara
- Perilaku yang diharapkan
- Perbaikan kesehatan
- Manajemen
Monotoring akan memberikan informasi tentang proses dan cakupan program kepada pimpinan serta memberikan umpan balik pelaksanaan program
- Evaluasi
Monotoring yang tepat dan baik dapat mentafsirkan hasil akhir program kebijakan secara akurat
- Citra
Monotoring yang dilakukan dengan baik memberikan kesan bahwa pemimpin program sangat peduli terhadap sumber dana dan daya yang diperlukan
Siapa yang memonitoring?
Penanggung jawab : pimpinan program
Pelaksana: staf provider/ pelaksana program, relawan yang terlatih dari instansi terkait.
B. Evaluasi Kebijakan
Evaluasi adalah suatu proses yang memungkinkan administrator mengetahui hasil programnya dan berdasarkan itu mengadakan penyesuaian-penyesuaian untuk mencapai tujuan secara efektif, (klinberg).
Evaluasi bertujuan untuk mengukur efisiensi dan efikasi dari program kebijakan, membantu perencanaan dimasa yang akan datang, mengetahui apakah sarana dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, menemukan kelemahan dan kekuatan dalam pelaksanaan program kebijakan, membantu menentukan strategi kebijakan.
Siapa dan bagaimana Evaluasi dilakukan?
- Terhadap pihak dalam (pelaksana) program meliputi pencatatan dan pelaporan, supervise, wawancara dan observasi.
- Terhadap pihak luar program meliputi laporan pihak lain dan angket
Evaluasi mencakup?
- Memperlihatkan pada program atau acuan organisasi– apa perbedaan yang ingin dibuat? Apa dampak yang ingin dihasilkan?
- Memperlihatkan dan mengkaji kemajuan program atau organisasi yang ingin didapatkan sebagai target/ dampak.
- Memperlihatkan startegi program/ organisasi Sudahkah memiliki strategi? Seberapa efektif strategi tersebut? Apakah stategi tersebut berguna? Jika tidak, mengapa tidak?
- Memperlihatkan bagaimana hal tersebut bekerja. Adakah menggunakan sumber yang efisien? Bagaimana keberlanjutan kerja program atau organisasi? bagaimana pelaksanaan untuk berbagai stakeholder dana cara kerja organisasi mereka
Mengapa Perlu Dilakukan Monitoring dan Evalusi Kebijakan?
- Membantu untuk mengidentifikasi suatu masalah dan penyebab;
- Mengarahkan solusi yang mungkin dapat mengatasi suatu permasalahan;
- Menimbulkan pertanyaan tentang asumsi dan strategi kebijakan;
- Mendorong pelaksana program untuk merefleksikan bagaimana program dilakukan dan bagaimana cara mencapainya;
- Menyediakan informasi dan cara pandang bagi pelaksana program;
- Mendorong pelaksana program kebijakan untuk beraksi dengan informasi dan cara pandang yang telah didapatkan;
Metode yang Dipakai untuk Monotoring dan Evaluasi Program Kebijakan?
- Mekanisme Monitoring
Pelaksanaan monitoring dapat dilakukan dengan berbagai cara, disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Untuk monitoring di tingkat lapangan dapat dilakukan dengan cara diskusi langsung secara intensif bersama para stakeholder yang terlibat dalam kegiatan, atau dengan presentasi setiap kegiatan oleh penerima manfaat pada waktu yang disepakati.
Sedangkan untuk monitoring yang dilakukan oleh Tim pelaksana program akan dilakukan dengan cara presentasi dan dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan.
Apa yang dipantau (monotoring)?
- Input meliputi materi, distribusi, media, jangkauan target, kegiatan program, dan sumber daya
- Output dilihat dari hasil antara Apakah sasaran menerima program kebijakan? Apakah sasaran merasakan manfaatnya?
- Outcome hasil program kebijakan
Waktu Pelaksanaan Monitoring
Pelaksanaan monitoring di tingkat managemen lokal dilakukan secara intensif setiap minggu, sedangkan untuk tingkat managemen pusat dilakukan dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
2. Mekanisme Evaluasi
Bagaimana kita mendapatkan informasi?
- Studi Kasus
- Observasi
- Diary/ catatan harian
- Mencatat and menganalisa peristiwa penting (disebut ‘Analisis kejadian penting”)
- Pertanyaan berstruktur/ kuesioner
- Interview/ wawancara satu per satu
- Diskusi kelompok
- Survey sample
- Sistem review data statistik yang mendukung
Kriteria penilaian?
a. Indikator Input
Indikator input terdiri dari dana, sumber daya manusia dan sarana/prasarana yang dipergunakan dalam menjalankan kegiatan. Evaluasi/penilaian atas capaian kinerja input dilakukan dengan melihat realisasi dana yang terserap, ketersediaan sumber daya manusia yang terlibat dan ketersediaan sarana/prasarana.
Pada pelaksanaan ini, dengan adanya sumber dana yang memadai, adanya SDM dengan kualifikasi yag sesuai serta ditunjang dengan sarana dan prasarana yang tersedia, diharapkan suatu kegiatan akan dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang diperkirakan. Oleh karena itu pada evaluasi indikator input ini memiliki bobot yang cukup besar.
b. Indikator Proses
1) Metode : Kesesuaian penggunaan metode /proses/langkah kegiatan dalam mencapai tujuan/sasaran
2) Waktu pelaksanaan: Kesesuaian waktu pelaksanaan dari rencana
3) Keterpaduan : Keterkaitan dan keterpaduan rencana kerja dengan pelaksanaan
4)Kalender Harian : Pencatatan setiap rencana kegiatan (chek list)
Pada evaluasi indikator proses ini pelaksanaan kegiatan akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila metode penyampaian yang digunakan adalah benar, dan memiliki keterpaduan dengan rencana kerja, sehingga waktu pelaksanaan akan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, serta kegiatan yang dilakukan dan data yang diperoleh tercatat di dalam Kalender harian.
c. Indikator Ouput
Evaluasi/Penilaian atas capaian kinerja output dilakukan dengan melihat output dari kegiatan yang tercantum dalam Indikator Kinerja
Indikator output ini teridiri dari :
Adanya barang yang digunakan dalam setiap praktek kegiatan
Terselenggaranya setiap kegiatan yang sudah direncanakan Laporan keberhasilan oleh setiap pendamping
Networking : jaringan yang dirintis, misal dg Pemda, UMKM, Industri, dan stakeholders lain
Pada evaluasi indikator output tercapai, dengan asumsi bahwa kegiatan sedang dilaksanakan dengan baik menggunakan metode kegiatan yang benar, berdasarkan rencana kerja yang tepat, sesuai dengan jadwal yang direncanakan, dan tercatat di dalam kalender harian. Sehingga pada tahap ini potensi output dapat terlihat walaupun belum terealisasi
TUGAS AKK
Nama: Yersintha Trisanlia Katarina
NIM: 1807010287
Kelas / semester :II/A
Mata Kuliah: Administrasi Kesehatan dan Kebijakan
Komentar
Posting Komentar